![]() |
| FOTO KEMENHAJ |
Berbeda dengan gelombang pertama yang mendarat di Madinah, seluruh jemaah haji Indonesia gelombang kedua akan menempuh jalur udara langsung menuju Jeddah dan diwajibkan telah mengenakan kain ihram sejak dari embarkasi di Tanah Air.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M, Ihsan Faisal, menjelaskan bahwa sesuai jadwal, kloter SOC 44 diperkirakan tiba di Makkah pada pukul 09.55 Waktu Arab Saudi (WAS).
"Insya Allah kita akan menerima kloter pertama dari gelombang kedua ini yaitu dari kloter SOC-44 dari Solo. Total ada 15 kloter yang akan kami terima di hari pertama gelombang kedua," jelas Ihsan di Makkah, Rabu 6 Mei 2026
Kemenhaj tetap memprioritaskan faktor kesehatan dengan mewajibkan jemaah untuk beristirahat setelah check-in di hotel sebelum melaksanakan umrah wajib.
Mengingat perjalanan dari Indonesia ke Jeddah memakan waktu sekitar 9 jam ditambah 2-3 jam perjalanan darat ke Makkah, kebugaran fisik jemaah menjadi fokus utama petugas bimbingan ibadah dan kesehatan.
Terkait kesiapan personel, Makkah kini diposisikan sebagai episentrum pelayanan haji. Ratusan petugas dari Daker Madinah dan Daker Bandara yang telah menyelesaikan tugas di wilayah masing-masing akan segera digeser ke Makkah dalam status BKO (Diperbantukan).
Personel tambahan ini akan difokuskan untuk memperkuat manajemen pelayanan di titik-titik kepadatan tinggi, terutama di area Masjidil Haram yang diprediksi akan semakin padat seiring bertemunya jemaah dari kedua gelombang pendaratan. (azka|mnm)

Posting Komentar untuk "Masuki Gelombang Kedua, Makkah Jadi Episentrum Pelayanan Haji"