IMAM MASJID TAK SEKEDAR MEMIMPIN SHOLAT TETAPI JUJA MEMBIMBING MASYARAKAT

KETUA IPIM, PROF NASARUDDIN UMAR. FOTO KEMENAG
Imam masjid seyogyanya jadi tempat bertanya jamaah. Jadi imam masjid tidak sekedar menguasai aspek ritual keagamaan tetapi juga harus memiliki kapasitas intelektual memadai agar bisa membjawab berbagai persoalan sosial keagamaan dalam membimbing masyarakat. 

Menurut Ketua Umum IPIM (ittihad persaudaraan imam masjid) Prof.Dr. Nasarruddin Umar,  menekankan urgensi peningkatan kapasitas intelektual para imam masjid.

Nasaruddin Umar yang juga sebagai Menteri Agama RI  memberikan pesan khusus kepada imam masjid untuk terus meningkatkan kapasitas intelektual. Pesan ini disampaikan Menag saat memberi sambutan pada acara Halalbihalal IPIM.

Nasaruddin Umar  mendorong para imam untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk melanjutkan studi hingga jenjang doktoral. 

“Imam masjid harus menjadi pemimpin umat yang memiliki kedalaman ilmu sekaligus kepekaan sosial. Peran mereka tidak hanya memimpin salat, tetapi juga membimbing masyarakat,” ujar Nasaruddin Umar dilansir situs Kemenag RI.

Selain penguatan kapasitas personal, Nasaruddi juga minta para imam masjid menjaga marwah organisasi IPIM. Ia mengingatkan agar IPIM tetap menjaga independensi organisasi dan tidak terlibat dalam kepentingan politik praktis. 

Menurutnya, posisi imam masjid sangat strategis sebagai figur pemersatu umat sehingga integritas moral para imam harus terus dijaga.

Ketua PW IPIM Banten yang juga Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Tholabi Kharlie, menyatakan bahwa arahan Menteri Agama menegaskan kembali posisi strategis para imam masjid dalam kehidupan umat. 

Menurutnya, penguatan kapasitas keilmuan para imam menjadi langkah penting agar masjid mampu menjawab tantangan sosial dan keagamaan masyarakat yang semakin kompleks.

Ia berharap IPIM dapat terus berkembang sebagai wadah konsolidasi para imam masjid di seluruh Indonesia yang tidak hanya memperkuat silaturahmi organisasi, tetapi juga memperluas kontribusi sosial masjid bagi masyarakat. 

“Dengan kepemimpinan para imam yang berilmu, berintegritas, dan berorientasi pada kemaslahatan, masjid dapat semakin berperan sebagai pusat pembinaan umat sekaligus memperkuat fondasi moral bangsa,” ujarnya. (azka|alfa) 

Posting Komentar untuk "IMAM MASJID TAK SEKEDAR MEMIMPIN SHOLAT TETAPI JUJA MEMBIMBING MASYARAKAT"