Hotel Novotel Thakher Milik Indonesia Bisa Dihuni pada Pelaksanaan Haji 2026

Mulai musim haji 2026, jemaah Indonesia diharapkan bisa menempati Hotel Novotel Thakher di Makkah, yang kini resmi menjadi bagian dari aset investasi Indonesia yang disiapkan sebagai cikal bakal Kampung Haji.

Hotel tersebut berada di kawasan Thakher City, tak jauh dari Masjidil Haram, dan menjadi salah satu proyek strategis untuk menjawab kebutuhan akomodasi jemaah yang jumlahnya terus berada di atas 200 ribu orang setiap tahun.

Kabar kesiapan hotel ini disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade melalui unggahan media sosialnya. Ia menyebut Hotel Novotel Thakher akan mulai digunakan pada pelaksanaan haji 2026, bersamaan dengan rencana pengembangan besar di kawasan tersebut.

"Mulai bisa digunakan pada tahun 2026, dan rencana pembangunan 13 tower lagi demi kenyamanan ribuan jemaah. Pak Prabowo ingin jemaah haji Indonesia mendapatkan pelayanan terbaik di Tanah Suci," tulis Andre melalui akun Instagramnya, seperti dilansir laman Himpuh or.ir, 30 Desember 2025.

Pada tahap awal, hotel ini memiliki 1.461 kamar dan ditargetkan beroperasi penuh saat musim haji 2026. Ke depan, pengembangan 13 tower tambahan di atas lahan sekitar lima hektare diproyeksikan mampu menampung hingga 24.000 jemaah.

"Saya melihat langsung progres di lapangan, Hotel Novotel Thakher di Mekkah kini menjadi harapan baru bagi peningkatan layanan jemaah haji untuk calon jemaah haji Indonesia," ucapnya.

Lokasinya pun dinilai strategis karena hanya berjarak sekitar 2,5 km atau tiga atau lima menit berkendara dari Masjidil Haram, sehingga diharapkan mempermudah mobilitas jemaah selama beribadah.

"Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, kenyamanan jemaah adalah prioritas utama," imbuhnya.

Aset Strategis

Hotel Novotel Thakher merupakan bagian dari akuisisi yang dilakukan Danantara Indonesia melalui Danantara Investment Management (DIM) bersama Thakher Development Company. Perjanjian tersebut ditandatangani pada 14 Desember 2025, mencakup aset perhotelan dan real estat di kawasan terpadu Thakher City.

Selain hotel, investasi ini juga mencakup 14 bidang tanah seluas total sekitar 4,4 hektare untuk pengembangan lanjutan. Seluruh area tersebut akan dikembangkan dalam master plan terpadu yang mencakup hotel, ritel, dan fasilitas pendukung lainnya.

CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani, menegaskan bahwa proyek ini menjadi fondasi awal keterlibatan jangka panjang Indonesia di sektor perhotelan Arab Saudi.

"Meskipun kepemilikan atas aset-aset yang diidentifikasi telah diformalkan melalui perjanjian ini, pengembangan berikutnya akan dilaksanakan secara bertahap, berdasarkan kajian kelayakan yang komprehensif, pertimbangan regulasi, serta standar tata kelola yang prudent," ujarnya.

Pengembangan proyek ini didukung oleh Al Khomasiah Real Estate Development sebagai mitra lokal. Seluruh tahapan pembangunan dilakukan melalui koordinasi dengan otoritas Arab Saudi dan Indonesia, termasuk Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC). (himpuh|mnm)

Posting Komentar untuk "Hotel Novotel Thakher Milik Indonesia Bisa Dihuni pada Pelaksanaan Haji 2026"