Menteri Agama Nasaruddin Umar, menambahkan bahwa pemerintah
Arab Saudi kini lebih mementingkan pendekatan bisnis dalam pengelolaan
haji, sehingga terus berencana mengembangkan infrastruktur haji
"Saudi Arabia sekarang pendekatannya sangat apa ya, katakanlah
bisnis oriented ya, konsultannya juga konsultan dari Amerika dan ini juga menghitung betul bagaimana
memungut dana sebesar-besarnya melalui potensi strategis dari potensi
geografis yang dimiliki Saudi Arabia," ujar Nasaruddin dalam acara State
of the Global Islamic Economy (SGIE) Report di Gedung Kementerian
PPN/Bappenas, Jakarta, dikutip Sabtu (9/8/2025).
"Karena itu juga musim haji yang akan datang itu juga tidak... kemungkinannya, tidak akan dibatasi," tegasnya dilaman CNN Indonesia.
Nasaruddin mengatakan, fokus perbaikan infrastruktur dan layanan haji
yang akan digarap oleh Pemerintah Arab Saudi ialah di Mina, lantara
selama ini menjadi penyebab berbagai masalah pelaksanaan haji. Sedangkan
fasilitas haji di Padang Arafah, Makkah tak bermasalah.
Ia menggambarkan Mina kerap menjadi perhatian pemerintah Arab Saudi
karena penuh sesak sehingga para jemaah haji harus memakai tenda untuk
menjalankan rangkaian ibadahnya.
Oleh sebab itu, Nasaruddin mengatakan
nantinya Kerajaan Saudi akan melakukan pembangunan di kawasan Mina.
"Ada rencana dalam waktu tidak lama, Mina yang menjadi hambatan itu
nanti akan ditingkat menjadi 8 lantai, tidak lagi pakai tenda. Kemudian
juga, Mina itu nanti akan ada jalan layang," ungkap sang menteri.
Di lain sisi, kawasan Ka'bah dan Masjidil Haram, atau Baitullah ia sebut
akan diperluas oleh Pemerintah Arab Saudi. Gunung-gunung di sekitarnya
akan dipangkas untuk memperluas kapasitas.
"Gunung-gunung itu dipangkas kemudian sampai ke Jabal Omar, di belakang
itu mungkin ada satu kilo jaraknya antara kabah dengan dinding-dinding
pagar Ka'bah," paparnya.
Karena itu, ia meyakini ke depan daftar tunggu itu akan diperpendek
dengan cara membuka sebanyak-banyaknya peluang untuk bisa menunaikan
ibadah haji.
"Kenapa? Karena fasilitas Arafah-nya tidak ada masalah,
tapi yang masalah itu adalah Mina. Di Mina itu nanti akan dibangun,"
tutur Nasruddin.
"Kemudian juga, Jamarat (tempat lempar jumrah) itu sudah ditingkat,
mungkin nanti ditinggikan sampai 5 lantai. Kemudian juga, di Haram itu
juga nanti masih akan ditambah Shafa-Marwah-nya sehingga dengan demikian
jemaah haji dan umrah itu akan semakin banyak menampung jemaah pada
masa itu," tutur Nasaruddin. [cnn|azka]

Posting Komentar untuk "Kurangi Daftar Tunggu, Arab Saudi Berpeluang Tiadakan Kuota Haji"