Harini, Selasa 9 Dzulhijjah 1447 hijriyah bertepatan dengan tanggal 26 Mei 2026, sekitar 2,5 juta jamaah haji dari seluruh dunia termasuk jamaah haji Indonesia, berkumpul di padang Arafah untuk melakukan wukuf, sebagai rukun ibadah haji.
![]() |
| JAMAAH HAJI INDONESIA 1447 H TEMPATI TENDA ARAFAH. FOTO KEMENHAJ |
Juru Bicara Kemenhaj RI Maria Ulfa Assegaf, di Jakarta menyatakan, memasuki hari ke-34 operasional ibadah haji, hari ini jemaah haji Indonesia bergerak menuju Arafah secara bertahap untuk menjalani puncak ibadah haji. Ini adalah fase yang sangat penting dan membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta kedisiplinan seluruh jamaah.
Maria menjelaskan, pergerakan jemaah menuju Arafah dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi.
Selain kesiapan teknis, Kemenhaj juga mengingatkan seluruh jamaah untuk menjaga kepatuhan terhadap ketentuan ihram selama menjalani rangkaian ibadah.
Maria menekankan pentingnya menjaga kesehatan selama fase Armuzna yang membutuhkan stamina tinggi dan mobilitas intensif.
“Kami meminta seluruh jemaah untuk menjaga kondisi tubuh dengan istirahat cukup, makan teratur, memperbanyak minum air putih, serta menghindari aktivitas yang tidak perlu agar energi tetap terjaga selama puncak ibadah haji,” ujarnya.
“Gunakan payung, masker, dan alas kaki yang nyaman saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko kelelahan akibat cuaca panas. Bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu, pastikan obat pribadi selalu dibawa dan mudah dijangkau,” tambahnya.
Ia mengingatkan agar jemaah segera melapor jika mengalami gangguan kesehatan.
“Jangan memaksakan diri. Bila merasa lemas, pusing, sesak napas, atau mengalami gangguan kesehatan lainnya, segera hubungi petugas kesehatan. Menjaga kesehatan adalah bagian dari ikhtiar agar ibadah dapat berjalan aman, lancar, dan sempurna,” tegas Maria.
Selain itu, penguatan layanan kesehatan selama puncak haji juga terus dilakukan melalui kesiapan fasilitas kesehatan lapangan.
“Kami menyiagakan masing-masing satu Pos Kesehatan Indonesia di Arafah dan di Mina untuk memastikan layanan kesehatan dapat diberikan secara cepat dan optimal selama fase Armuzna,” kata Maria..
Untuk mendukung kelancaran operasional, sebanyak 657 petugas Satgas Arafah juga telah ditempatkan di berbagai titik layanan.
“Mereka terdiri dari petugas adhoc Arafah, koordinator markas, pengawas konsumsi, dan unsur layanan lainnya yang akan memastikan transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, bimbingan ibadah, hingga pelindungan jemaah berjalan maksimal,” jelasnya. (azka|mnm)

Posting Komentar untuk "Update Haji 1447 H; Kemenhaj Imbau Jamaah Jaga Kesehatan Selama Armuzna"