![]() |
| MENAG NASARUDDIN UMAR SAAT MENGUKUHKAN BP4 PROVINSI SUMSEL FOTO KEMENAG |
Menurut Nasaruddin Umar, terjadinya penurunan minat untuk nikah atau kawin ini terjadi karena adanya perubahan sosial di masyarakat yang ditandai dengan menurunnya minat nikah dari tahun ke tahun.
Kondisi tersebut, tambahnya, perlu menjadi perhatian serius BP4 karena dapat berdampak pada ketahanan keluarga dan kehidupan sosial masyarakat.
“Ada fenomena yang sangat menarik untuk kita perhatikan. Terjadi penurunan kemauan untuk kawin dari tahun ke tahun. 2023 penurunannya 10 persen, penurunan 10 persen lagi muncul pada tahun 2024, dan penurunannya lebih tinggi lagi 2025,” ujar Menag dilansir situs Kemenag RI.
Menag Nasaruddin mengatakan, menurunnya angka pernikahan jangan sampai memicu meningkatnya pergaulan bebas dan sikap permisif di tengah masyarakat. Karena itu, BP4 diminta ikut menjaga moralitas sosial melalui penguatan keluarga dan pembinaan masyarakat.
“Tantangan yang kedua untuk BP4 ke depan adalah pergaulan. Remaja kita sekarang jangan sampai penurunan perkahwinan itu justru meningkatkan kehidupan free sex, kebebasan seksual yang terjadi dalam masyarakat,” ucapnya.
Oleh karena itu, Menag meminta agar kita mengajak anak-anak bangsa untuk segera kawin kalau sudah cukup umur dan memenuhi persyaratan. Jangan membiarkan mereka itu menunda perkawinan. Terlalu cepat kawin juga salah, karena penelitian membuktikan banyak anak lahir stunting terjadi pada pernikahan di bawah umur.
Pengurus Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Provinsi Sumatera Selatan hendaknya aktif mencegah perceraian dan memperkuat ketahanan keluarga di tengah meningkatnya tantangan sosial masyarakat.
Menag juga menyinggung tingginya angka perceraian yang berdampak pada munculnya persoalan sosial baru di masyarakat.
“BP4 itu sangat penting. Ada dua pahalanya, seringkali disia-siakan. Pahala pertama adalah mengawinkan orang, amal jariyahnya besar. Pahala kedua yang sangat besar, menjadikan orang tidak jadi bercerai gara-gara kita,” kata Menag. (kmg|mnm)

Posting Komentar untuk "Menag Nasaruddin Risau, Angka Perkawinan Turun 28 Persen Angka Perceraian Tinggi"