180 Santri di Demak Keracunan MBG, 70 Masih Dirawat Rumah Sakit

FOTO ILUSTRASI. KORBAN KERACUNAN MENU MBG DI RSUD CIBABAT CIMAHI RABU 25 FEBRUARI 2026. FOTO REPUBLIKA.
Diduga keracunan MBG (makan bergizi gratis) sebanyak 180 santri dan dari beberapa pondok pesantren (ponpes) di Desa Pilangwetan Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. 

Seperti dilansir Republika.co.id, jumlah santri yang dirawat akibat mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) 70 orang. Sementara santri yang menjalani rawat jalan berjumlah 106 orang.  

Sekretaris Tim Percepatan MBG Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono, mengungkapkan, sebanyak 70 santri dirawat di lima rumah sakit dan satu puskesmas. RS yang merawat mereka yakni RS Getas Pandawa, RS PKU Gubug, ⁠RS Sultan Fattah, ⁠RS Sunan Kalijaga, dan ⁠RSI NU. 

Hanung mengungkapkan, MBG untuk pesantren-pesantren terdampak dipasok oleh SPPG Khidmatul Ummah Madani. Para santri yang diduga keracunan mengalami sejumlah gejala, antara lain pusing, mual, muntah, dan diare.

Menurut Hanung, para santri yang diduga mengalami keracunan mengonsumsi MBG pada Sabtu (18/4/2026). MBG disalurkan ke ponpes dan baru dikonsumsi pukul 13:30 WIB hingga sore hari. Menunya terdiri dari nasi goreng, telur ceplok, acar timun wortel, tahu goreng, susu, dan jeruk. 

Hanung mengungkapkan, dugaan awal penyebab para santri mengalami gejala keracunan adalah keterlambatan pengonsumsian MBG. Selain itu ada pula indikasi pencampuran nasi goreng dengan kuah acar. 

"Tidak ditemukan indikasi awal bau/rasa menyimpang saat distribusi," ujar Hanung dalam keterangannya, Senin (20/4/2026). 

Menurut keterangan Dinas Kesehatan Demak, para santri mengalami gejala keracunan pada Ahad (19/4/2026) pagi. "SPPG sudah berhenti operasional per tanggal 19 April 2026," ungkap Hanung.

Hanung mengatakan, inspeksi ke SPPG Khidmatul Ummah Madani juga sudah dilakukan. ⁠Kondisi dapur secara layout sudah sesuai, namun terdapat beberapa perbaikan, yaitu belum terdapat grease trap pada cuci bahan baku dan cuci ompreng, epoksi tidak sesuai, terdapat dua mes sebagai tempat istirahat, IPAL terbatas dan air agak keruh. 

Oleh sebab itu, Hanung mengungkapkan, kesimpulan sementara, kasus dugaan keracunan yang dialami sekitar 180 santri di Desa Pilangwetan akibat faktor pascaproduksi. (azka|rep) 

Posting Komentar untuk "180 Santri di Demak Keracunan MBG, 70 Masih Dirawat Rumah Sakit "