Dirjen Bimas Islam: Penguhulu dan Penyuluh Agama Jadi Problem Solver

Abu Rokhmad (Foto Kemenag).
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) Abu Rokhmad mengatakan, penyuluh Agama Islam dan penghulu perlu menanamkan sikap sebagai problem solver dalam setiap pelaksanaan tugas. 

Penegasan itu ia sampaikan  dalam pembinaan penghulu dan Penyuluh Agama Islam di Kantor Kemenag Kabupaten Semarang, Jumat (8/8/2025).

 
“Mari kita menjadi bagian dari ASN Kementerian Agama atau bagian dari masyarakat pada umumnya yang menyelesaikan masalah,” ujar Abu di laman "bimasislam.kemenag.go.id.
 
Karakter problem solver harus menjadi bagian yang melekat pada setiap ASN Kemenag, bukan sekadar slogan atau arahan sesaat. 
 
"Bukan sebaliknya, menjadi bagian dari masyarakat yang membuat masalah, menambah-nambahi masalah, memperkeruh suasana. Itu bukan nature-nya, bukan alamnya, bukan DNA-nya ASN Kementerian Agama,” tegasnya.
 
Abu menilai, di tengah dinamika sosial yang kompleks, penghulu dan penyuluh agama berada di garda terdepan dalam menyelesaikan persoalan keagamaan di akar rumput. 
 
Keduanya kerap berperan sebagai penengah, pendengar, sekaligus pencari solusi, baik dalam mediasi pernikahan, penyelesaian sengketa keluarga, maupun penyampaian moderasi beragama.
 
“Menjadi problem solver harus tertanam dalam setiap pekerjaan, bukan hanya dalam situasi tertentu, tetapi di setiap kesempatan berinteraksi dengan masyarakat,” pungkasnya. [kmg|azka]

Posting Komentar untuk "Dirjen Bimas Islam: Penguhulu dan Penyuluh Agama Jadi Problem Solver"