Jamaah Indonesia Kini Sudah Terkonsentrasi di Makkah Menunggu Puncak Haji

Hingga saat ini seluruh jamaah calon haji Indonesia yang awalnya berada di Madinah, kini sudah berada di Makkah Al-Mukarromah, untuk menunggu puncak haji di Arafah nanti yakni tanggal 9 Dzulhijjah 1447 hijriyah.

Jamaah terakhir dari Madinah yang telah diberangkatkan ke Makkah tanggal 15 Mei 2026 adalah berasal dari Embarkasi UPG 21, KJT 20, dan BTH 14 dengan total sekitar 1.278 jamaah. 

JAMAAH CALON HAJI AMBIL MIQAT DI BIR ALI. FOTO FOTO KEMENHAJ
Keberangkatan ini menandai berakhirnya operasional pendorongan jemaah Indonesia dari Kota Nabawi menuju Tanah Haram.

Sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah, seluruh jemaah terlebih dahulu singgah di Bir Ali untuk mengambil miqat, untuk  niat ihram dan melaksanakan shalat sunnah.

Kepala PPIH Daerah Kerja Madinah, Khalilurrahman, mengatakan seluruh proses pendorongan jamaah pada hari terakhir berjalan lancar dan terkendali.

“Alhamdulillah seluruh rangkaian berjalan tertib dan sesuai rencana. Hari ini Madinah secara resmi mulai kosong dari jemaah haji reguler gelombang pertama,” ujarnya saat memantau langsung proses keberangkatan jemaah di Bir Ali.

Di Bir Ali, Khalilurrahman naik ke sejumlah bus untuk menyapa jemaah satu per satu. Ia menyampaikan doa, pesan penguatan, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan menjelang puncak ibadah haji di Armuzna.

“Semoga bapak ibu semua diberikan kesehatan, dimudahkan menjalani seluruh rangkaian ibadah, memperoleh haji mabrur, dan kembali ke tanah air bersama keluarga dalam keadaan sehat wal afiat,” pesannya kepada jamaah.

Ia juga memastikan jamaah yang masih menjalani perawatan di rumah sakit maupun Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) tetap mendapatkan perhatian penuh dari tim medis. Jadi keluarga di tanah air tidak perlu khawatir karena seluruh jemaah sakit akan diberangkatkan ke Makkah setelah dinyatakan layak jalan oleh dokter.

Meski jumlah jemaah yang diberangkatkan di hari terakhir tidak sebanyak hari-hari sebelumnya, pelayanan petugas tetap dilakukan secara maksimal. Kepala PPIH Sektor Bir Ali, Divia Ardianto, menegaskan seluruh personel tetap disiagakan penuh hingga keberangkatan terakhir.

Layanan terhadap jemaah lanjut usia dan disabilitas menjadi perhatian utama. Petugas Bir Ali terus mendampingi jemaah lansia, termasuk menyediakan golf car bagi jemaah yang kesulitan berjalan menuju bus.

 

photo_6068836455255051854_y.jpg

Suhu di Madinah dalam beberapa hari terakhir mencapai 42 derajat Celsius dan diperkirakan akan lebih tinggi di Makkah saat fase puncak haji berlangsung.

Karena itu, jemaah diimbau untuk tidak menunggu haus saat beraktivitas di luar ruangan. Konsumsi air putih secara berkala, penggunaan payung, masker, serta semprotan air menjadi langkah sederhana namun penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap stabil di tengah cuaca ekstrem.

Selain menjaga asupan cairan, jemaah juga diminta mengatur waktu istirahat dan mengurangi aktivitas yang tidak terlalu mendesak agar energi tetap terjaga menjelang rangkaian ibadah puncak di Armuzna yang membutuhkan stamina lebih besar.

Sementara itu, berakhirnya operasional gelombang pertama di Madinah tidak berarti tugas pelayanan selesai. Sebagian besar petugas PPIH Daker Madinah kini bergeser menuju Makkah untuk memperkuat layanan jemaah selama fase puncak haji  mulai dari pergerakan menuju Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga layanan di Mina. (azka|mnm) 

Posting Komentar untuk "Jamaah Indonesia Kini Sudah Terkonsentrasi di Makkah Menunggu Puncak Haji"