Penyuluh Agama Islam Asal Tanahlaut Raih Juara 2 Pameran Bunga Internasional di Malaysia

Marliana, penyuluh agama Islam asal Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan, turut mengharumkan nama Indonesia dengan meraih Juara 2 kategori Lanskap Besar pada ajang Malaysia Highest Flower Exhibition 2026 yang berlangsung di Resorts World Awana, Genting Highlands, Malaysia.

MARLINA JUARA 2 PADA PAMERAN BUNGAN INTERNASIONAL DI MALAYSIA. FOTO KEMENAG
Direktur Penerangan Agama Islam, Muchlis Hanafi, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi yang diraih Marliana menunjukkan bahwa penyuluh agama memiliki kapasitas dan kontribusi yang luas dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat, termasuk lingkungan, pemberdayaan, dan pengembangan kreativitas. 

Muchlis menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pengabdian seorang penyuluh dapat berjalan beriringan dengan pengembangan potensi diri dan kontribusi sosial yang lebih luas. Karena itu, capaian tersebut layak menjadi inspirasi bagi penyuluh agama di berbagai daerah.

Penyuluh agama, menurutnya, memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat, termasuk dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memanfaatkan potensi lokal secara produktif. Kiprah Marliana dinilai mencerminkan semangat tersebut melalui kecintaannya pada tanaman hias dan pengembangan lanskap berbasis flora tropis Indonesia. 

Malaysia Highest Flower Exhibition merupakan salah satu pameran dan kompetisi florikultura bergengsi di kawasan Asia Tenggara. Ajang tersebut mempertemukan pehobi, penangkar, desainer lanskap, dan pelaku industri tanaman hias dari berbagai negara, antara lain Malaysia, Thailand, Singapura, Brunei Darussalam, Taiwan, dan Vietnam.

Dalam kompetisi tersebut, Indonesia diwakili enam peserta yang berangkat secara mandiri, terdiri atas dua peserta dari Surabaya dan empat peserta dari Kabupaten Tanahlaut. Tim Indonesia mengikuti kategori lanskap besar dengan luas area 32 meter persegi dan berhasil meraih posisi kedua setelah peserta asal Thailand, sementara posisi ketiga diraih tuan rumah Malaysia.

Muchlis mengatakan, capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki daya saing yang kuat dalam bidang florikultura. Kreativitas dan inovasi yang ditampilkan peserta Indonesia mampu bersaing dengan karya-karya terbaik dari berbagai negara peserta. 

Sementara itu, Marliana menuturkan, keterlibatannya dalam ajang internasional tersebut berawal dari kecintaannya terhadap tanaman anggrek. Selain aktif sebagai penyuluh agama, ia juga telah beberapa periode menjadi pengurus Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Kabupaten Tanahlaut. 

Kesempatan tampil di Malaysia diperoleh setelah dirinya bersama Selamat Riady Humaedi dan Rudi menerima undangan untuk mengikuti pameran dan kompetisi tersebut. 

Menurut Marliana, tugas penyuluh agama tidak terbatas pada kegiatan ceramah dan pembinaan keagamaan semata. 

Penyuluh juga memiliki tanggung jawab untuk mengajak masyarakat mencintai lingkungan, merawat tanaman, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari amanah yang diberikan Allah Swt.

Pengalaman paling berkesan baginya adalah kesempatan bertemu para pencinta anggrek dari berbagai negara dan menyaksikan beragam jenis anggrek yang sebelumnya belum pernah dilihat secara langsung.

“Saya juga ingin mengajak para penyuluh agama untuk terus berkarya, berinovasi, dan berani tampil di tingkat internasional. Kalau orang lain bisa, mengapa kita tidak bisa? Insya Allah, Allah akan membantu setiap ikhtiar yang kita lakukan,” tuturnya. (azka)

 

Posting Komentar untuk "Penyuluh Agama Islam Asal Tanahlaut Raih Juara 2 Pameran Bunga Internasional di Malaysia"