23 pimpinan perusahaan katering penyedia konsumsi haji Indonesia di Madinah dipanggil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, pada Rabu 3 Juni 2026. Pertemuan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan layanan konsumsi menjelang kedatangan jamaah haji gelombang kedua di Madinah mulai 7 Juni 2026.
![]() |
| FOTO KEMENHAJ RI |
Dalam arahannya, Menteri Haji dan Umrah menekankan tiga aspek utama yang harus menjadi fokus seluruh perusahaan katering, yakni ketepatan gramasi makanan, keamanan pangan (food safety), serta ketepatan waktu distribusi kepada jemaah.
"Pelayanan konsumsi pada gelombang pertama secara umum berjalan dengan baik. Namun, untuk menyambut kedatangan jemaah gelombang kedua, kualitas layanan tersebut tidak hanya harus dipertahankan, tetapi juga perlu ditingkatkan," ujar Mochamad Irfan Yusuf.
Menurutnya, evaluasi terhadap layanan konsumsi pada fase kedatangan gelombang pertama menunjukkan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian bersama. Di antaranya adalah konsistensi porsi makanan sesuai standar yang telah ditetapkan, cita rasa yang sesuai dengan selera jemaah Indonesia, daya tahan makanan, serta penguatan manajemen distribusi agar makanan dapat diterima jemaah tepat waktu.
"Kita ingin memastikan jemaah mendapatkan layanan konsumsi yang berkualitas, aman, dan tepat waktu. Karena itu, seluruh penyedia katering perlu memperhatikan setiap detail pelayanan agar kebutuhan jemaah dapat terpenuhi dengan baik," katanya.
Menanggapi arahan tersebut, seluruh perwakilan perusahaan katering menyatakan komitmen untuk melakukan berbagai perbaikan dan peningkatan layanan sesuai hasil evaluasi yang telah disampaikan.
Selain memberikan arahan kepada penyedia katering, Menteri Haji dan Umrah juga mengimbau jamaah haji Indonesia agar memperhatikan waktu makan selama berada di Madinah.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar hotel jamaah Indonesia berada di kawasan yang relatif dekat dengan Masjid Nabawi. Kondisi ini kerap membuat jemaah menghabiskan waktu lebih lama untuk beribadah sehingga terlambat mengonsumsi makanan yang telah disediakan.
Menteri Haji dan Umrah berharap sinergi antara penyedia katering, petugas haji, dan kedisiplinan jemaah dapat memastikan layanan konsumsi di Madinah berjalan lebih optimal.
Dengan demikian, kebutuhan nutrisi jemaah dapat terpenuhi secara baik sehingga mereka tetap sehat dan bugar selama menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Jemaah haji Indonesia gelombang kedua dijadwalkan mulai bergerak dari Makkah menuju Madinah pada 7 Juni 2026 untuk melanjutkan rangkaian ibadah di Masjid Nabawi sebelum kembali ke Tanah Air.(azka|mnm)

Posting Komentar untuk "Penyedia Katering Haji di Madinah Diminta Tingkatkan Kualitas Konsumsi Jamaah Gelombang Kedua "