Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Rembang, sigap dalam menyikapi pesan Kementerian Agama saat mengusung tema "Spirit Kurban, Merawat Alam dan Kemanusiaan" pada Iduladha 1447 H.
MAN 2 Rembang dalam aksi pelaksanaan kurban mengganti kantong plastik dengan daun jati sebagai pembungkus daging kurban.
![]() |
| PEMBUNGKUSAN DAGING KURBAN DI MAN 2 REMBANG PAKAI DAUN JATI. FOTO KEMENAG |
Hewan kurban yang disembelih ini lahir dari kesadaran kolektif para guru dan tenaga kependidikan (tendik) MAN 2 Rembang. Mereka secara konsisten menyisihkan sebagian penghasilan setiap bulan dengan besaran yang variatif.
"Dengan tabungan ini, mereka bisa berkurban setiap dua tahun sekali," kata Humas MAN 2 Rembang, Kusrin.
Suasana gotong royong nampak saat guru, pegawai, hingga siswa bahu-membahu mengemas dan mendistribusikan daging kurban.
Demi mewujudkan prinsip Ekoteologi, madrasah sengaja menghindari plastik sekali pakai dan memilih daun jati sebagai bungkus daging. Langkah ini sekaligus menjadi ikhtiar menghidupkan kembali kearifan lokal yang ramah lingkungan.
Sebanyak 700 paket kurban berbungkus daun jati berhasil dihimpun dan dibagikan kepada masyarakat sekitar, termasuk kaum dhuafa serta kerabat dari para pengurban.
Kepala MAN 2 Rembang, Akhmad Suhadak Solikin, menegaskan bahwa momentum Iduladha tidak sekadar menjadi sarana ibadah dan penguatan nilai keikhlasan, melainkan juga ruang edukasi kepedulian lingkungan.
"Pada pelaksanaan kurban tahun ini, MAN 2 Rembang menggunakan daun jati sebagai bungkus pembagian daging kurban. Ini sebagai komitmen kami atas keprihatinan kami terhadap penggunaan plastik yang sangat besar dan akan mengganggu keseimbangan lingkungan," kata Suhadak.
Aksi hijau ini beriringan dengan status MAN 2 Rembang sebagai Madrasah Adiwiyata yang berkomitmen menanamkan budaya peduli lingkungan dalam setiap lini kegiatan.
"Penggunaan daun jati dipilih karena mudah terurai, alami, serta banyak tersedia di lingkungan sekitar Kabupaten Rembang," imbuh Suhadak.
Gerakan ini juga menjadi implementasi konkret dari Program MELATI (Madrasah Eko-teologi Lestarikan Alam dan Tingkatkan Iman) yang diinisiasi oleh Kepala Kemenag Rembang, Moh. Mukson.
Suhadak kembali menyampaikan bahwa Iduladha mengajarkan keseimbangan yang utuh: hubungan baik dengan sesama manusia melalui kepedulian sosial, dan hubungan baik dengan alam.
“Melalui penggunaan daun jati sebagai pembungkus daging kurban, kami ingin menanamkan kesadaran kepada peserta didik bahwa ibadah juga harus membawa manfaat bagi lingkungan. Ini adalah bentuk pendidikan karakter sekaligus praktik nyata cinta lingkungan,” ujarnya.
Melalui gerakan kecil berdampak besar ini, MAN 2 Rembang berharap budaya ramah lingkungan dapat terus berakar di tengah masyarakat. Ini menjadi bukti nyata bahwa tradisi lokal dan nilai-nilai religius dapat berjalan beriringan demi menjaga kelestarian bumi. (alfa|azka)

Posting Komentar untuk "MAN 2 Rembang Bungkus Daging Kurban Dengan Daun Jati "