Berdasarkan jadwal, puncak ibadah haji 1447 H akan dimulai pada Senin, 25 Mei 2026 (8 Zulhijjah 1447 H). Pada hari tersebut, jamaah haji Indonesia akan mulai digerakkan secara bertahap menuju Arafah.
![]() |
| MUHAIMIN ISKANDAR |
- Transportasi & Mobilitas: Koordinasi ketat diperlakukan untuk mengatur jadwal keberangkatan dan pergerakan bus jemaah agar tidak terjadi penumpukan saat puncak Armuzna.
- Konsumsi & Akomodasi: Memastikan distribusi katering tepat waktu serta kesiapan fasilitas tenda pendukung di Arafah dan Mina.
- Layanan Kesehatan: Menyiapkan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan petugas medis yang sigap mengawal jemaah selama fase mabit (bermalam) dan lempar jumrah di Mina hingga akhir prosesi haji.
Cak Imin juga memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh petugas haji dari berbagai lini layanan, termasuk Pemerintah Arab Saudi.
Menurutnya, Pemerintah Arab Saudi telah menunjukkan komitmen dan kesungguhan yang luar biasa dalam mempermudah pelaksanaan ibadah haji, termasuk melalui penyesuaian sistem dan optimalisasi pengaturan layanan di lapangan.
Menutup keterangannya, Muhaimin Iskandar menitipkan pesan penting bagi seluruh jamaah haji Indonesia agar menjaga stamina jelang wukuf di Arafah.
"Bagi para jemaah haji, mohon untuk betul-betul mempersiapkan diri secara kesehatan. Minum dan istirahat harus cukup sehingga memasuki Arafah dengan kesehatan yang prima, tanpa ada halangan," ujar Cak Imin. (alfa|azka)

Posting Komentar untuk "Puncak Haji 1447 H Akan Dimulai 8 Dzulhijjah/25 Mei 2026"